Sepasang Jayengrane-Munigarim, Jejak Persaudaraan Dalang Nengah Gowang dan Amaq Madim

Dari ratusan koleksi wayang milik Ki Dalang Muhammad, Dusun Gunung Agung, Desa Pringgarata, Lombok Tengah, terdapat sepasang wayang yang Istimewa. Wayang Jayengrane dan Munigarim. Berbeda dengan wayang-wayang lainnya,  Wayang itu hanya digunakan untuk membuka pergelaran, setelah itu, pasangan wayang itu istirahat, diganti wayang Jayengrana dan Munigarim lainnya.

Wajar pasangan wayang itu istimewa. Wayang-wayang itu adalah milik Ki Dalang I Nengah Gowang (alm.), dalang legendaris di Pulau Lombok. Gowang menghadiahkan pasangan wayang Jayengrana dan Munigarim itu kepada sahabatnya Amaq Madim (alm.), seorang dalang dari Bonjeruk. Munurut Ki Dalang Muhammad, Amaq Madim menyebut Nengah Gowang sebagai gurunya, sementara Nengah Gowang konon sangat kagum dengan kemampuan Amaq Madim memainkan wayang. Di tangan Amaq Madim, wayang-wayang yang muncul di kelir  menjadi hidup, bukan sekedar bayang-bayang biasa.

Persahabatan Nengah Gowang dan Amaq Madim terjalin sedemikian karibnya. Jika diukur dengan peta google, jarak Bonjeruk dan Cakranegara sekitar 23 kilometer. Butuh waktu sekitar 5 jam untuk menempuh jarak itu dengan berjalan kaki. Namun bagi Gowang dan Amaq Madim jarak itu bukanlah penghalang. Amaq Madim berjalan kaki menuju lokasi Gowang mengelar pertunjukan wayang, demikan pula Gowang, akan menempuh perjalanan berjam-jam menyaksikan wayang-wayang Amaq Madim hadir di balik kelirnya.

Amaq Madim adalah dalang beragama Islam, sementara Gowang adalah dalang Hindu. Perberaan kepercayaan bukan ganjalan untuk menumbuhkan persaudaraa. Pelajaran Pluralisme sudah mereka lakoni, bukan sekedar jadi narasi. Dan sepasang wayang; Jayengrane dan Minugarim berusia lebih dari seabad itu, menjadi bukti, jejak persaudaraan mereka.

_______

Catatan: Museum Wayang Sasak ini dibangun dengan semangat Gotong Royong. Untuk menghimpun khasanah ilmu pengetahuan dari seni tradisi Wayang Sasak; Agar Kita Tak Hilang Jejeak.
Bagi Semeton yang memiliki informasi terkait wayang sejenis, atau benda-benda peralangan  wayang sasak  bernilai sejarah, sudi kiranya untuk berbagi cerita. Sila kontak redaksi museum.wayangsasak.rog:  di WA 0818365843 atau email: sekolahwayang@gmail.com. Matur tampiasih.