Pohon yang tumbuh baik, subur dan berbuah di suatu benua–Eropa, Amerika, atau Australia– belum tentu akan bisa tumbuh baik di benua lainnya. Ada faktor cuaca, unsur hara tanah yang membuatnya berbeda. Demikian pula halnya dengan seni budaya yang berkembang di suatu daerah belum tentu akan bisa berkembang di daerah lainnya.
Di Lombok, terdapat seni tradisi pertunjukan wayang Sasak, yang hadir sejak abad ke-17 dan tumbuh di masyarakat hingga hari ini. Wayang Sasak bukan sekedar tontonan, namun sarat dengan tuntunan. Ada sumur ilmu pengetahuan dalam wayang Sasak yang air hikmahnya tak bakal kering jika terus digali.
Kehadiran museum.wayangsasak.org adalah upaya untuk menghimpun beragam mozaik ilmu pengetahuan dalam seni pertunjukan wayang Sasak yang tersebar—mungkin terserak– dan seringkali luput dari perhatian. Kehadirannya diharapkan bisa menjadi pohon ilmu pengetahuan bagi mereka yang membutuhkan.
Museum.wayangsasak.or adalah museum hybrid. Koleksi dalam museum.wayangsasak.org hadir secara daring dalam bentuk foto, video, audio, dan pustaka. Koleksi itu dipetik dari berbagai sumber, mulai dari kelompok pedalangan, para kolektor, atau museum-museum di dalam dan luar negeri yang mengoleksi wayang Sasak. Bentuk fisik dari koleksi itu, tetap menjadi hak pemiliknya, yang sewaktu-waktu bisa dikunjungi siapa saja yang tertarik untuk mendalami atau ingin mengenal lebih jauh.
Pendirian museum.wayangsasak.org secara gotong royong ini, sejalan dengan semangat para pegiat Sekolah Pedalangan Wayang Sasak yang menginisiasi museum hibrid ini; Agar Kita Tak Hilang Jejak.
Contak Pengelola Museum:
E-mail : sekolahwayang@gmail.com
Telepon : 0818365843
