Ki Dalang Subeki, Terara, Lombok Timur

Ki Dalang M Subeki lahir di Terara, Lombok Timur pada Tahun 1962. Ia merupakan satu-satunya dalang wayang sasak yang masih eksis di Kecamatan Terara, Lombok Timur. Selain dikenal berbeda dengan tokoh Raja Jayeng Ranenya yang dipayungi, Ki Dalang Subeki juga merupakan sosok pengrajin wayang kulit yang tekun.

Ia mulai mendalang sejak tahun 1975. Kecintaannya pada wayang bermula saat melihat wayang-wayang dari daun lontar yang dbuat kakeknya, I Gusti Sanusi. Subeki kecil kemudian  jatuh hati pada wayang. Perasaan cinta pada wayang itu  membawanya belajar dari satu tontontan ke tontontan lain. Dari satu pembacaan cerita serat menak ke cerita lainnya. Ia pun menulis dan membaca ulang bahasa jawa kawi atau jejawen.

Ki Dalang M Subeki tidak pernah secara langsung berguru mendalang dari dalang lainnya di Lombok. Kemampuannya memainkan wayang dari balik layar didapatkan secara otodidak dengan menonton setiap pertunjukan wayang di Lombok.

Tidak semua dalang bisa membuat wayang. Tapi Subeki memilih belajar dan menguasai cara membuat wayang karena ia merasa harga wayang mahal. Dengan membuat wayang sendiri, ia tidak perlu mengeluarkan uang untuk memainkan wayang yang ia inginkan. Selain itu, dari menjadi pengrajin wayang, ia juga bisa menjualnya pada dalang lain yang membutuhkan.

Wayang jerigen sendiri mulai terpikirkan olehnya sejak tiga tahun lalu. Ia mengatakan, mungkin ia adalah satu-satunya orang yang membuat wayang dari jerigen di negeri ini. Alasannya sederhana, saat itu wayang kulitnya sering dimakan tikus.

Sejumlah video pertunjukan Dalang Subeki dapat disaksikan di tautan berikut ini:

Wayang buatannya dapat dilihat di link berikut:

Ki Dalang Subeki turut terlibat dalam Festival Berayan yang digelar Sekolah pedalangan Wayang Sasak, Salah satu pertunjukannya sudah dibubuhi terjemahan bahasa Indonesia:

Dalang Subeki juga mampu memainkan suara suling hanya dengan mulutnya, tanpa alat musik suling. Kemampuan itu dapat dilihat di link berikut: